Postingan

Bersemayam

     Memasuki usia dewasa, banyak konflik yang datang. Banyak perasaan dan emosi baru yang harus mulai ku kenali, yang apabila dijelaskan itu terasa seperti emosi yang aneh, emosi yang bahkan saya sendiri bingung harus menyebutnya apa.      Konflik perhelatan antara pikiran dan batin, konflik yang terus bermunculan bersama kecemasan. Setiap hari, aku selalu berusaha sangat keras untuk menjadi dekat dan memahami diriku sendiri. Seperti artikel yang aku baca, bahwa katanya harus menciptakan batas untuk diri sendiri, harus " be happy and   stay private ", banyak harus dan beberapa diantaranya sudah kucoba. Namun, aku tidak juga merasa memahami diriku. Aku tidak juga tahu apa yang aku mau.      Mungkin, ada beberapa konflik yang tidak bisa aku terima, adalah ketika aku berusaha menjadi orang yang baik untuk semua orang dan berharap orang juga akan baik kepadaku. Dan sebenarnya aku tahu itu hal yang berada diluar kendaliku, tapi kenyataannya ...

Kesalahan

     Setelah sekian lama menjadi manusia, sekian lama juga mengenal dan mengalami beberapa hal yang mungkin cuma bisa di bayangkan dan bilang dalam hati kalau "wah, ternyata aku sudah berjalan sejauh ini, ternyata aku sudah berhasil bertahan sejauh ini"..      Hidup mengantarkan ku pada pengalaman-pengalaman yang mengesankan, menyedihkan, dan membahagiakan. Semua emosi menjadi satu, menjadi sekumpulan cerita yang peran utamanya adalah diriku sendiri. Aku sadar bahwa hidup di dunia ini sebenarnya adalah rangkaian cerita yang kita buat sendiri, cerita yang cuma kita peran utamanya. Kita bebas menulis cerita apa saja, kita boleh memilih siapa saja yang berperan dalam cerita kita, walaupun sesekali kita menemukan peran yang salah atau kurang cocok dengan cerita yang kita inginkan. Dan kesalahan itu sebenarnya, bagian dari cerita juga.      Aku sering melakukan beberapa kesalahan di hidupku, di cerita yang aku buat. Aku mengambil keputusan yang sa...

Waktu Demi Waktu

      Kalau ngomongin soal waktu ada banyak hal yang bisa dibahas dan diomongin. Perihal investasi, masa depan, menunggu, dan hal lainnya. Kalau dilihat dari definisinya sih, waktu adalah  seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Hmm, ya, kurang lebih seperti itu. Tapi, bagi saya waktu adalah hal yang paling berharga di dunia ini. Orang bisa menua karena waktu, orang bisa punah karena waktu juga, sesuatu hal yang semula ada, bisa tiba-tiba enggak ada karna waktu juga.     Proses manusia memang begitu, semuanya bergantung pada waktu. Penyesalan itu sebenarnya cuma ilusi fana yang bisa membuang waktu, hal yang sudah berlalu, hal yang sudah terjadi, hal yang sudah dilakukan, keputusan, perbuatan spontan. Semua dalam satu kejadian waktu, tidak bisa di ulang tidak bisa di hapus. Seti...

Hakikat Perjalanan

      Pagi ini saya mengantar adik Vaksin kedua di Poltekes Semarang. dalam perjalanan pulang, seperti biasa naik motor sambil melihat sekitar. Suasananya ramai karena saat itu berada di jam-jam berangkat kerja. Saya melambat dan melihat beberapa orang menyalip saya karena mungkin buru-buru takut terlambat.     Saya memperhatikan sekeliling dan kemudian kepala saya mendadak hening dan seperti menemukan sesuatu, saya menyadari bahwa setiap orang yang sedang dalam perjalanan pasti memiliki tujuan. Ada yang tujuannya pergi ke tempat kerja, ada yang pulang kerumah, ada yang mau ke supermarket dan masih banyak lagi.      Dari situ saya sadar, bahwa menjalani hidup itu sebenarnya seperti sedang dalam perjalanan, kita semua sama, kita semua sedang menuju sesuatu, dan dalam menuju sesuatu pasti ada yang sampai duluan dan ada juga yang masih di perjalanan. Yang sampai duluan bisa istirahat, bisa melanjutkan tujuan selanjutnya dan untuk yang belum sampai tu...

Merelakan

    Sebagai manusia, kita nggak akan jauh dari kata merelakan. Bahkan, bisa dibilang kita akrab dan sering mendengar, bahkan mengalami sendiri. Ya begitulah, jadi manusia emang sejatinya enggak pernah bisa memiliki apapun, tidak punya hak kepemilikan terhadap apapun, dan sesungguhnya diri sendiri pun bukan milik kita. Emang susah jadi manusia, saat udah terlalu melekat terhadap sesuatu akan sangat sulit melepaskannya. Selalu bergantung dengan orang atau benda lain sebagai pedoman atau dasar kebahagiaannya.     Sayang sekali bila kita terus menggantungkan kebahagiaan terhadap sesuatu yang suatu saat nanti akan hilang atau meninggalkan kita. Sungguh di sayangkan kebahagiaan kita bila disandarkan pada hal yang sebenarnya tidak pernah benar-benar bisa kita miliki.     Pada suatu waktu, memang rasanya tidak adil bila seseorang yang kita sayangi tiba tiba meninggalkan kita, atau mungkin dengan alasan yang lain. Ya, lagi-lagi kita harus merelakan. Rasanya memang s...

Rembulan Yang Indah

"Mungkin, memilih judul Rembulan yang indah menjadi salah satu caraku untuk mengungkapkan sosok sepertimu" Tulisan ku kali ini, akan berisi banyak pujian pujian tentang keindahan ciptaan Tuhan yang bernama kamu, sosok yang selalu membuatku kagum dengan segala pemikiran pemikiran yang kamu ciptakan, seseorang yang selalu mempertimbangkan segalanya dalam mengambil keputusan dan seorang yang bisa membuatku menyadari bahwa masih ada seorang yang bijaksana sepertimu. Bagiku sosokmu seperti rembulan. Redup, tenang dan selalu terlihat bersinar di kegelapan.

Menutup Mulut (Diam)

     Diantara dua manusia yang saling berbicara, ada beberapa hal yang membuat mereka hanya bisa berbisik pada hati,       Jika boleh jujur sebenarnya ada yang mereka sembunyikan. Mereka hanya diam dan terus melanjutkan bicara, mereka tak tahu cara mengatasi itu. Karna salah satu dari mereka sadar bahwa diam adalah pilihan yang tepat. Diam membawa mereka pada kata aman, tidak berpisah dan tidak juga Bersatu.      Mereka berdua akan selalu bersama dengan diam diantara mereka, mereka tidak berpisah dan tidak juga bersatu, mereka hanya selalu bersama berdua dengan menyembunyikan segalanya yang ingin mereka sampaikan.       Mereka memilih diam dan akan terus seperti itu selamanya, karena dengan begitu, mereka bisa selalu bersama berdua tanpa ikatan dan hanya saling menatap dan mendoakan. Mereka sejati