Reservasi Untuk Dua
Pagi ini aku mendengarkan album baru Nadin Amizah yang berjudul Laika, yang ditinggalkan. Lagu Nadin kebanyakan menceritakan tentang hubungan keluarga, pergulatan batin dan perasaan yang ia alami sendiri. Ada satu lagu yang sangat membuatku menangis pagi ini, judulnya "Reservasi untuk dua", lagu tersebut menggambarkan percakapan batin yang dalam, luka masa lalu yang berubah menjadi kemarahan, serta hubungan yang kompleks dengan figur ayah. Luka yang mengeras, liriknya menceritakan tentang rasa perih yang terlalu lama dibiarkan hingga mengeras menjadi kemarahan. Lagu ini merefleksikan hubungan emosional yang intens, rasa sakit dan perjalanan pendamaian diri terhadap figur ayah dalam hidupnya. Lagu itu sangat sangat persis seperti yang aku lalui sekarang, mencoba bergelut dengan berbagai emosi saat bertemu dengan bapak, ada rasa sayang yang besar, sedih dan sekaligus amarah yang sangat ber api api. Semua menyatu dalam hatiku dan tidak bisa ku utara...