Postingan

Kemungkinan

  Pertanyaan yang selalu terngiang di kepala adalah "lalu, setelah ini apa?" dan setelah itu semua anggota tubuh terasa merinding, seakan menolak menjawabnya. Seakan isi kepala ingin meledak, seolah semua yang bergerak jadi terhenti dan jari jari gemetaran.   Kehidupan setelah lulus, pada awalnya adalah sebuah momen yang indah dimana semua orang mengucapkan selamat dan sanjungan atas berakhirnya kesengsaraan, semua orang berbangga karena melihat orang yang selama ini dinanti kelulusannya sudah menyelesaikan studinya. Tapi, ibarat orang sedang bercosplay yang harus berpura-pura menutupi kebimbangan dalam hatinya, menutupi segala kecemasan akan masa depan, menutupi rasa gelisah karena kadang enggak tau apa yang harus dilakukan selanjutnya.   Satu hari merayakan kebahagiaan dengan memakai baju kebaya dan toga di kepala. Hari dimana hal yang sifatnya cuman sementara itu nggak akan bisa merubah apapun, dan hal itu cepat atau lambat akan berakhir, karna nggak akan ada h...

Cerita KKN

"yang salah dari kenangan adalah keindahannya" - bella 2020 Sebelum menulis cerita ini, ada beberapa hal yang akan ku sampaikan. Khususnya untuk teman-teman KKN Angakatan 20 di Universitas tempat ku berkuliah, yang tentunya kalianlah yang menjadi peran dalam setiap cerita yang akan ku tuliskan kali ini. Ceritaku kali ini, bukan kisah romantis maupun kisah sedih. Jadi ini adalah tentang kisah yang biasa saja tapi sangat berkesan untukku. Perkenalkan teman temanku, mereka yang akan ada dalam kisah pendek yang akan kutulis kali ini. Pertama adalah Izul , dia adalah orang yang apatis dan punya wibawa yang tinggi, kebiasaannya adalah duduk di kursi putar sambil minum kopi kalau tidak ya merokok. Karakternya cukup unik karena selalu teguh pendirian juga kadang keras kepala, kepribadiannya yang sangat membingungkan karena tidak bisa kupelajari hehe ( sorry ). Selanjutnya ada Luthfi , disini dia menjabat sebagai sekretaris, cewe biasa, lugu dan suka naik gunung, suka makan pedes ...

Berdamai dan Melebur

Ketika kamu ingin menjadi diri sendiri, mungkin akan ada banyak tekanan dari dunia luar. Hidup didalam masyarakat yang terus berkembang memang tidak mudah, kecuali jika kamu mampu dan mau mengenal dan menghargai diri sendiri. Mengenal diri sendiri berarti memperhitungkan kekuatan dan kelemahan yang kamu miliki, menghargai hasrat dan kekuatanmu, mengenal keinginan dan impianmu, menghormati pikiran dan perasaanmu, dan memahami toleransi dan keterbatasanmu. Hanya dengan mengenal diri sendiri, kamu bisa menghadapi kehidupan dengan mudah dan menyenangkan. Mengenal diri sendiri merupakan sebuah perjalanan yang akan membawa kamu kedalam situasi untuk menghadapi kekuatan terbesarmu dan keraguan dalam diri sendiri. Perjalanan ini mungkin akan sedikit menakutkan sehingga membutuhkan keberanian dan kegigihan untuk menghadapi tantangan. Izinkan diri sendiri untuk menciptakan ruang yang aman untuk melepas sebuah hal yang sudah tidak kamu perlukan lagi untuk mencapai mimpi dan cita-cita. Reali...

Cara Lain Menuju Jalan Kebersyukuran

Kita sudah sangat familiar dengan kata bersyukur, sebuah kata yang sering diucapkan orang-orang sekitar kita, suasana apapun selalu dikaitkan dengan syukur. Sedih, syukur. Senang, syukur. Patah hati, syukur. Seolah-olah semua orang memaksa untuk menekan kesedihan, menekan emosi yang alih-alih diganti dengan syukur. Menurutku, syukur harus di tempatkan pada hal yang tepat, hal yang memang wajib kita syukuri keberadaannya. Manusia tidak salah merasakan emosi, meluapkan emosi yang justru itu akan membuat hatinya lebih tenang. Nggak ada yang salah dari kesedihan, keberadaanya seimbang dengan emosi yang ada pada dirimu. Cara lain untuk bersyukur mudah saja dilakukan, mungkin dengan cara menerima. Menerima segala yang ada pada dirimu, its okay not to be okay. Kalau orang di sekitarmu tidak memberikan pengaruh baik buat kamu, its okay ini bukan salahmu. Menjalani hidup yang berat ini rasanya sukar untuk bersyukur, apalagi pencapaian yang di dapat tidak sebanding dengan usaha yang sudah dik...

Mempunyai Harapan

Setiap jiwa yang hidup, mereka diberi kesempatan yang sama dalam menjalani titah kehidupan. Diberi kesempatan yang sama untuk menjadi manusia bahagia dengan segala pencapaian - penjapaian yang telah diusahakan. segala sesuatu yang menjadi harapan dan tujuan dari setiap jiwa itu sendiri. Tulisan ini ditulis di tengah keramaian mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyelesaikan setumpuk tugasnya. dihadapanku mereka riuh berdiskusi ini dan itu, tetapi salah satu dari mereka memilih untuk pergi dari kerumunan itu, bukan pergi secara fisik tapi pergi dengan jiwanya, raganya ada tetapi jiwanya bebas. menulis apa yang riuh di kepalanya, ia memilih diam, melihat dan mempelajari setiap laku dari manusia itu sendiri. sebagai manusia terkadang di mabuk kan oleh harapan, bagaimana bisa saya sebut mabuk? karena kita akan berlaku tak tentu arah, membayangkan segala sesuatu yang belum terjadi dan begitulah harapan itu sendiri. Kemudian setiap harapan itu dibangun oleh rasa suka cita yang mana suka...

Bahasa Tanpa Tubuh

Hening malam itu membuat saya tertegun dan diam. Dengan ponsel genggam yang ada digenggaman tangan saya, saya diam sejenak sembari berfikir. Apakah dia akan menolong saya ? ucap saya dalam hati dengan melihat ponsel saya. Bukan seseorang yang saya tuju, melainkan dengan ponsel itu saya berbicara. Dengan saya menunduk ringkuk seperti ini menjadi budak social media apakah ini berguna bagi diri saya? Kata saya. Lalu mata saya menatap kearah lain, setumpuk kertas yang sudah terjilid yang ada diatas rak meja belajar, tidak lain itu adalah kertas usang yang jarang terbaca yang sering mereka sebut “Buku”. Lalu saya mengalami konflik batin, dengan membandingkan ponsel dan buku, siapa diantara mereka yang akan menolong saya.             Kemudian saya menuju lebih dalam dan lebih dalam lagi masuk kedalam fikiran saya sendiri, terdengar seperti pesulap yang menghipnotis penontonnya, bukan? Tapi ini sesuatu yang berbeda, saya mencoba mem...

Energi Semesta Yang Melingkupiku

Banyak hal hal yang terjadi pada seorang manusia, hal hal yang menimpa mereka dengan keras sehingga terkadang sebagian dari mereka berputus asa dan merasa ingin menyerah saja. Hal itu datang tanpa mereka duga, hal itu datang bukan di waktu yang tepat kata mereka, tidak bisa dicegah dengan apapun, tidak bisa ditutupi dengan apapun, tidak bisa disembunyikan dan tidak bisa disangkal. Hal itu adalah musibah dan kesusahan yang datang tanpa permisi. maka, tenanglah karena itulah hal yang lumrah terjadi di hidup kita. Tugas kita cuma harus bertahan saja. Aku mendapatkan banyak pelajaran berharga akhir-akhir ini, yang membuat pola berfikirku menjadi berbeda, memandang permasalahan dan cobaan sebagai hal yang baik karena ia lah yang akan membentukku menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. bukan menjadi manusia yang meratapi segalanya dengan keputusasaan dan rasa gagal. Beberapa hal memang wajib untuk di terima saja, dengan suka cita. Karena sesungguhnya segala hal yang menimpa adal...