Postingan

Hakikat Perjalanan

      Pagi ini saya mengantar adik Vaksin kedua di Poltekes Semarang. dalam perjalanan pulang, seperti biasa naik motor sambil melihat sekitar. Suasananya ramai karena saat itu berada di jam-jam berangkat kerja. Saya melambat dan melihat beberapa orang menyalip saya karena mungkin buru-buru takut terlambat.     Saya memperhatikan sekeliling dan kemudian kepala saya mendadak hening dan seperti menemukan sesuatu, saya menyadari bahwa setiap orang yang sedang dalam perjalanan pasti memiliki tujuan. Ada yang tujuannya pergi ke tempat kerja, ada yang pulang kerumah, ada yang mau ke supermarket dan masih banyak lagi.      Dari situ saya sadar, bahwa menjalani hidup itu sebenarnya seperti sedang dalam perjalanan, kita semua sama, kita semua sedang menuju sesuatu, dan dalam menuju sesuatu pasti ada yang sampai duluan dan ada juga yang masih di perjalanan. Yang sampai duluan bisa istirahat, bisa melanjutkan tujuan selanjutnya dan untuk yang belum sampai tu...

Merelakan

    Sebagai manusia, kita nggak akan jauh dari kata merelakan. Bahkan, bisa dibilang kita akrab dan sering mendengar, bahkan mengalami sendiri. Ya begitulah, jadi manusia emang sejatinya enggak pernah bisa memiliki apapun, tidak punya hak kepemilikan terhadap apapun, dan sesungguhnya diri sendiri pun bukan milik kita. Emang susah jadi manusia, saat udah terlalu melekat terhadap sesuatu akan sangat sulit melepaskannya. Selalu bergantung dengan orang atau benda lain sebagai pedoman atau dasar kebahagiaannya.     Sayang sekali bila kita terus menggantungkan kebahagiaan terhadap sesuatu yang suatu saat nanti akan hilang atau meninggalkan kita. Sungguh di sayangkan kebahagiaan kita bila disandarkan pada hal yang sebenarnya tidak pernah benar-benar bisa kita miliki.     Pada suatu waktu, memang rasanya tidak adil bila seseorang yang kita sayangi tiba tiba meninggalkan kita, atau mungkin dengan alasan yang lain. Ya, lagi-lagi kita harus merelakan. Rasanya memang s...

Rembulan Yang Indah

"Mungkin, memilih judul Rembulan yang indah menjadi salah satu caraku untuk mengungkapkan sosok sepertimu" Tulisan ku kali ini, akan berisi banyak pujian pujian tentang keindahan ciptaan Tuhan yang bernama kamu, sosok yang selalu membuatku kagum dengan segala pemikiran pemikiran yang kamu ciptakan, seseorang yang selalu mempertimbangkan segalanya dalam mengambil keputusan dan seorang yang bisa membuatku menyadari bahwa masih ada seorang yang bijaksana sepertimu. Bagiku sosokmu seperti rembulan. Redup, tenang dan selalu terlihat bersinar di kegelapan.

Menutup Mulut (Diam)

     Diantara dua manusia yang saling berbicara, ada beberapa hal yang membuat mereka hanya bisa berbisik pada hati,       Jika boleh jujur sebenarnya ada yang mereka sembunyikan. Mereka hanya diam dan terus melanjutkan bicara, mereka tak tahu cara mengatasi itu. Karna salah satu dari mereka sadar bahwa diam adalah pilihan yang tepat. Diam membawa mereka pada kata aman, tidak berpisah dan tidak juga Bersatu.      Mereka berdua akan selalu bersama dengan diam diantara mereka, mereka tidak berpisah dan tidak juga bersatu, mereka hanya selalu bersama berdua dengan menyembunyikan segalanya yang ingin mereka sampaikan.       Mereka memilih diam dan akan terus seperti itu selamanya, karena dengan begitu, mereka bisa selalu bersama berdua tanpa ikatan dan hanya saling menatap dan mendoakan. Mereka sejati

Kejadian di tahun 2020

     Membicarakan kondisi yang serba tidak memungkinkan seperti sekarang ini cukup sulit, kondisi yang memaksa beberapa orang harus tetap menjalankan anjuran untuk tetap dirumah, kondisi yang merenggut banyak nyawa masyarakat Dunia, kondisi yang menggagalkan semua acara yang sudah di rencanakan. Semua masyarakat harus tetap berada di rumah. semua orang di paksa stay di rumah, sosialisasi terhenti dan semua rencana tidak bisa terlaksana. Penyesalan kerap datang karena ada harapan besar yang gagal terlaksana karena suatu musibah yang bahkan kita semua gak tau kapan selesainya.       Satu satunya hal yang bisa dilakukan saat ini adalah menerima, menerima dan berdoa supaya keadaan kembali normal dan membaik seperti sedia kala. Berharap bahwa wabah yang menimpa seluruh dunia ini segera berakhir dan semua kegiatan bisa terlaksana. Rasa cemas dan khawatir yang saya rasakan setiap hari membuat hidup saya terasa berantakan, jam tidur yang berantakan, tidak ada ...

Kemungkinan

  Pertanyaan yang selalu terngiang di kepala adalah "lalu, setelah ini apa?" dan setelah itu semua anggota tubuh terasa merinding, seakan menolak menjawabnya. Seakan isi kepala ingin meledak, seolah semua yang bergerak jadi terhenti dan jari jari gemetaran.   Kehidupan setelah lulus, pada awalnya adalah sebuah momen yang indah dimana semua orang mengucapkan selamat dan sanjungan atas berakhirnya kesengsaraan, semua orang berbangga karena melihat orang yang selama ini dinanti kelulusannya sudah menyelesaikan studinya. Tapi, ibarat orang sedang bercosplay yang harus berpura-pura menutupi kebimbangan dalam hatinya, menutupi segala kecemasan akan masa depan, menutupi rasa gelisah karena kadang enggak tau apa yang harus dilakukan selanjutnya.   Satu hari merayakan kebahagiaan dengan memakai baju kebaya dan toga di kepala. Hari dimana hal yang sifatnya cuman sementara itu nggak akan bisa merubah apapun, dan hal itu cepat atau lambat akan berakhir, karna nggak akan ada h...

Cerita KKN

"yang salah dari kenangan adalah keindahannya" - bella 2020 Sebelum menulis cerita ini, ada beberapa hal yang akan ku sampaikan. Khususnya untuk teman-teman KKN Angakatan 20 di Universitas tempat ku berkuliah, yang tentunya kalianlah yang menjadi peran dalam setiap cerita yang akan ku tuliskan kali ini. Ceritaku kali ini, bukan kisah romantis maupun kisah sedih. Jadi ini adalah tentang kisah yang biasa saja tapi sangat berkesan untukku. Perkenalkan teman temanku, mereka yang akan ada dalam kisah pendek yang akan kutulis kali ini. Pertama adalah Izul , dia adalah orang yang apatis dan punya wibawa yang tinggi, kebiasaannya adalah duduk di kursi putar sambil minum kopi kalau tidak ya merokok. Karakternya cukup unik karena selalu teguh pendirian juga kadang keras kepala, kepribadiannya yang sangat membingungkan karena tidak bisa kupelajari hehe ( sorry ). Selanjutnya ada Luthfi , disini dia menjabat sebagai sekretaris, cewe biasa, lugu dan suka naik gunung, suka makan pedes ...