Tentang Waktu

     Sore ini, aku mendapat pertanyaan dari sahabat ku Martha, ia bertanya "if you could turn back the time km mau balik ke masa apa mba?".. jujur pertanyaan itu bikin aku merenung sejenak dan bertanya juga pada diriku, iya ya, kalau misal aku bisa kembali ke waktu di masa lalu, aku pengen kembali ke masa apa? 

    Aku jadi mulai bertanya tanya dan sedikit flashback ke masa lalu, setelah beberapa menit aku merenung, aku mulai menyadari satu hal, kalau ternyata sepanjang hidupku penuh dengan pengorbanan, dan karna pengalaman itu, aku jadi merasa tidak punya keinginan untuk kembali ke masa lalu, karna untuk bertahan sampai sekarang saja sudah pencapaian besar, mengapa aku harus kembali lagi ke masa lalu? toh, ini sudah yang terbaik yang bisa kulakukan, dan jika aku ditanya pertanyaan itu, mau kembali ke masa apa? aku akan jawab, kurasa momen paling ku nikmati semasa hidupku adalah saat aku di Bandung. Saat itu aku punya uang, aku punya waktu, aku punya tenaga dan punya semangat untuk eksplore daerah itu, sendirian, tanpa ada yang mengganggu. Mengingat saja sudah membuatku senang, rasanya aku belum tentu akan berada di situasi itu lagi. Bandung adalah kota yang cukup menenangkan jiwa untuk sejenak kabur dari realitas. Momen-momen sederhana yang kulakukan sendiri disana membuatku rindu.

    Tapi, saat aku berfikir lebih dalam lagi soal pertanyaan itu, aku lebih ingin bisa menghentikan waktu daripada memutar waktu. Rasanya sekarang ini waktu berjalan begitu cepat. Usiaku bertambah, aku mulai kehilangan teman satu-per satu, semua yang dulu akrab kini sudah punya kehidupannya masing-masing, aku tetap bahagia melihat temanku semua punya hidup yang baru. Tapi, bisakah waktu berjalan sedikit lebih pelan? Banyak yang ingin dicapai, tapi rasanya seperti dikejar kejar, banyak kegagalan yang terjadi, tapi apakah ada waktu yang cukup untuk bangkit lagi?

    Hidup memang di ciptakan hanya sementara, dan aku sebagai manusia harus meng-imaninya, tapi, rasanya ini terlalu cepat, semua orang berlarian, mengejar mimpinya, mengejar momen yang ingin dilakukan. Bagaimana ya supaya aku merasa lebih tenang dalam menjalani hidup yang serba tidak pasti ini. Di tambah lagi berita-berita pemerintah yang semakin hari semakin tidak menenangkan. Kalau boleh, aku ingin menghentikan waktu, untuk bernafas, untuk berjeda, untuk sejenak santai tanpa mikirin apa-apa.

    Diantara sejuta kesulitan yang menimpa kita, semoga kuat, semoga tetap bertahan dan berjalan.

Komentar