Secangkir Teh Chamomile
Pagi ini, aku menyruput teh Chamomile panas, dengan tambahan dua sendok teh madu. Saat membuatnya aku menunggu air mendidih, sambil duduk di pinggir meja, sambil memikirkan "nanti biar teh ku nggak pahit, harus nunggu berapa lama ya?" kalau di rendam terlalu lama, teh chamomile akan terasa pahit, tapi kalau terlalu sebentar, teh tidak mengeluarkan aroma, jadi aku disitu memikirkan keputusanku, karna aku pengen teh ku sempurna pagi ini. Nggak terasa airku udah mendidih, kutuangkan ke cangkir keramik bertekstur batu bersama dengan satu bag tea chamomile. Aku, mulai menunggu, dan melihat proses peluruhan teh di dalam cangkirku, aku menunggu detik demi detik, sambil berharap dalam hati "semoga teh ku enak". Aku mendekat dan mencium aromanya, "hmm.. sepertinya sudah pas". Lalu, aku buang tea bag dan menambahkan dua sendok teh madu akasia kedalamnya, aku angkat cangkirnya ke pinggir meja makan, aku mengaduknya sambil duduk. Aku menikmati asap panas yang terkena wajahku, aku merasa itu relaxing, lalu aku menyruputnya.. tapi, aku merasa ini masih sedikit kepahitan.
Dari situ aku sadar, nggak semua yang ku rencanakan dengan penuh pertimbangan akan berjalan persis seperti yang kuinginkan. Kadang aku suka mengukur sesuatu, supaya apa yang aku lakukan bisa tepat dan pas. Tapi, ukuran yang aku kira benar itu, bisa saja sedikit berbeda. Satu hal yang aku ambil dari kegiatan meyeduh teh ini adalah, walaupun teh di cangkirku sedikit pahit, setidaknya asapnya bisa membuatku nyaman, setidaknya suhu panasnya bisa menghangatkan perutku, setidaknya pahitnya bisa membuat aku "bangun".
Aku mulai sadar kalau hal hal yang terjadi di hidupku, mulai banyak yang di luar kendaliku, sebelumnya, rasanya aku bisa mengendalikan situasi, tapi makin dewasa, banyak hal hal di luar kendali, dan itu hal yang wajar terjadi. Selagi aku masih bisa menikmati hal lain yang positif, kenapa aku tidak bisa enjoy saja. Lagian, seperti cerita teh tadi, setiap kejadian atau peristiwa pasti ada hal yang ada manfaatnya, sebenernya cuma perlu ganti sudut pandang aja.
Semoga secangkir teh panasku, kehidupanku, orang orang yang kutemui, selalu kasih manfaat buatku, dan semoga semua keputusan yang aku buat adalah yang terbaik buatku.
Dan sebenarnya.. jika merasa pahit dengan teh yang ku buat, mungkin aku cuma perlu menambahkan sedikit madu lagi ke dalamnya. Tanpa mengganti teh yang ada dengan teh yang baru..
Komentar
Posting Komentar