Hangat Cahaya Pagi

    Sedikit cerita tentang seseorang yang punya karakter yang mirip seperti matahari pagi. Ya, sangat spesifik seperti matahari pagi. Ia adalah seorang yang hangat, sinarnya tidak menyilaukan, hadirnya membawa ketenangan, dan suaranya lembut seperti hangatnya cahaya pagi yang menyentuh kulit. Dia tidak terlalu terang, tapi tidak juga terlalu redup, hanya cukup, cahayanya ada untuk menghangatkan, kalau berada di dekatnya, rasanya seperti sedang duduk di teras rumah, di pagi hari, ya, rasanya persis seperti itu. 

    Aku sangat menyukai momen saat bersamanya, bersama manusia berhati lembut dan tulus yang sepertinya sudah jarang di temui di era sekarang ini. Entah kenapa aku selalu merasa nyaman kalo ada dia di dekatku, bahkan berada di kejauhan pun, rasa nyamannya masih bisa di rasakan. Kalo boleh jujur, aku akan berdoa agar aku bisa bersama dia, selalu dengan energi cahaya paginya, hangat nya, dan sifatnya yang lembut. 

    Baru kali ini aku merasa di cintai oleh seseorang, hidup selama ini, dan baru kali ini aku merasakan bagaimana disayangi, dilihat, diperhatikan, dan diusahakan. Aku cuma merasa ini adalah rasa yang tidak familiar buatku. karna mungkin sebelumnya aku tidak di beri cinta sebanyak ini. 

    Genap setahun bersama dia, membuatku berfikir bahwa dia adalah orang yang baik, punya potensi untuk menjadi apa yang dia inginkan, aku akan selalu berdoa supaya dia bisa bersinar seperti aku melihat cahaya dalam dirinya, semoga dia bisa berdiri di kakinya sendiri dengan percaya diri, aku pengen dia bisa jadi berkat dan cahaya untuk orang di sekitarnya. "Kamu hanya perlu percaya pada dirimu sendiri dan lakukan apapun yang kamu pengen lakukan. Aku disini, selalu dukung.."

    Selama setahun aku sama dia, banyak bahagianya, mulai dari momen pertama ketemu di Jakarta jalan jalan di sekitar bundaran HI, terus lanjut ketemu di Bandung (jalan-jalan ke Grey Museum, ke Ciwidey, ke Fore Dago, makan sate di Monumen Jawa Barat, dan momen jalan kaki pas lagi hujan, sambil bawa payung berdua nyasar di Dago hahaha) semua momen sama dia selalu punya vibes hangat dan menenangkan. Kalo sama dia, aku nggak harus buru-buru, aku nggak harus jadi orang lain, aku nggak harus memaksakan diriku untuk melakukan sesuatu, aku bisa jadi diriku sendiri dengan utuh. 

    Pertemuan berikutnya di Semarang, tepat di hari ulang tahunku, dan momen kedua adalah saat aku pameran. Kedua momen itu sangat berarti buatku, karna kalo di total dalam setahun ini kita cuma ketemu 4x. Sangat sedikit tapi berharga, aku selalu berharap bisa terus ada di dekat dia, tapi waktu belum berpihak pada kita, jadi, harus berpisah dulu sampai Tuhan dan waktu memberikan takdir baiknya. 

    Selamat Hari jadi ke-1 sayang. semoga, tahun berikutnya kita lebih bahagia, lebih romantis, lebih bisa saling memahami, lebih bisa saling mendukung, lebih saling mendoakan, lebih banyak segala hal baik dari tahun ini. Terimakasih karna sudah jadi orang yang selalu bersikap baik padaku, menyayangiku dengan sepenuh hatimu, semoga hatimu selalu penuh, dan bisa memberikan lebih banyak cinta ke orang sekitarmu. Semoga, kita di pertemukan lagi di waktu terbaik menurut semesta.

    I love you, like morning sun loves to rise

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan Singkat

Jeda

Tanpa Sadar, Menerangi